Makanan yang Berbahaya untuk Kucing

"Makanan yang Berbahaya untuk Kucing"

  Memelihara kucing akan membantu seseorang untuk lebih sehat secara mental. Akan sangat sedih jika melihat kucing kesayangan sakit. Agar dia tidak sakit, hindari makanan-makanan berikut ini.

Cokelat
Cokelat bisa menstimulasi sistem saraf dan jantung semua spesies binatang. Efek yang ditimbulkan adalah muntah-muntah, kehausan, gelisah, peningkatan atau detak jantung tidak beraturan, demam, hingga kejang.

Anggur dan kismis
Anggur bisa merusak ginjal kucing. Gejalanya antara lain, rasa haus yang meningkat, sering buang air kecil, lesu,dan muntah-muntah.

Bawang
Bawang putih dan bawang merah bisa merusak sel darah merah anjing dan kucing, sekaligus menyebabkan anemia. Ia akan menimbulkan gejala muntah-muntah, urin berwarna kemerahan, lesu, dan anemia.

Xylitol
Zat xylitol banyak digunakan pada permen karet. Zat ini berbahaya bagi anjing karena bisa meningkatkan sekresi insulin, yang mengakibatkan penurunan tingkat gula darah. Anjing akan muntah-muntah, lesu, kehilangan koordinasi, kejang, diare, dan menujukkan gejala penyakit kuning.

Minuman beralkohol
Semua binatang akan terpengaruh jika minum minuman beralkohol, karena minuman ini akan mempengaruhi sistem sarafnya. Disorientasi, muntah-muntah, diare, lesu, kehilangan koordinasi fungsi tubuh, sulit bernapas, kejang, hingga koma adalah hasilnya jika mereka menelan minuman beralkohol.

Adonan roti mentah
Adonan roti mentah akan menimbulkan gas di dalam perut, yang bisa menimbulkan keracunan alkohol. Gejala yang ditimbulkan antara lain; muntah-muntah, disorientasi, diare, lesu, sulit bernapas, dan sebagainya.

Alpukat
Alpukat mengandung persin, yang bisa merusak otot jantung binatang. Kemungkinan yang terjadi adalah muntah-muntah, diare, lesu, dan kesulitan bernapas.


Untuk keterangan lebih lanjut mengenai makanan apa saja yang tak boleh diberikan kepada binatang peliharaan Anda, hubungi dokter hewan kepercayaan Anda.

Apa itu Cattery" dan "Apa persyaratannya ? ? ?

"Apa itu Cattery" dan "Apa persyaratannya ? ? ?

> Breeder (pembiak) adalah orang yang membiakkan dengan sengaja (dalam hal ini kucing) untuk tujuan tertentu.

>Cattery adalah tempat dimana breeder memelihara dan melakukan aktifitas pembiakan.

>Registered breeder adalah orang yang meregistrasikan (mendaftarkan) kegiatannya pada asosiasi/federasi/organisasi/klub (cat registry) tertentu.

>Registered cattery adalah orang yang meregistrasikan (mendaftarkan) cattery-nya pada asosiasi/federasi/organisasi/klub kucing tertentu. Konsekuensinya cattery tersebut harus mengikuti aturan yang ditetapkan asosiasi/klub tersebut.

~ Bila ada orang yang mengaku dirinya breeder atau punya cattery tapi tidak terdaftar di asosiasi/klub manapun, boleh-boleh saja, dan itu berarti dia bukan registered breeder otomatis juga bukan registered cattery.

Persyaratan menjadi Cattery sbb :

  • Pembiak (breeder) adalah benar-benar penyayang kucing
  • Breeder mempunyai pengetahuan mengenai kucing dan perawatannya, misalkan kucing yang sedang bunting, menyusui dan lepas sapih sebaiknya ditempatkan secara terpisah.
  • Breeder memiliki tanggung jawab untuk tidak akan merusak kucing yang dipeliharanya, dalam arti :
    • Kucing akan dirawat sebaik-baiknya, memenuhi standar kesehatan diantaranya adalah pemberian makanan, pengobatan rutin seperti cacing dan vaksinasi serta pemeliharaan yang layak yaitu tempat yang cukup untuk kucing bergerak leluasa/beraktifitas, mendapatkan udara yang sehat, dan sanitasi yang baik (higienis)
    • Breeder tidak akan merusak catatan generasi kucing (khususnya kucing breed quality dan show quality). Oleh karena itu sangat penting menjaga kemurniaan genetik kucing breed quality dan show quality yang dibiakkan dengan cara : Melakukan pembiakan kucing sesuai dengan peraturan pembiakan/genetik yang telah ditentukan; membuat laporan perkawinan yang sebenarnya untuk dapat diterbitkan sertifikat silsilah kucing tersebut.
  • Breeder memiliki tanggung jawab untuk tidak akan melakukan hal yang dapat merugikan penyayang kucing lain dan kucing itu sendiri, dalam arti :
    • Kucing yang akan dipindah-tangankan harus dalam keadaan sehat; apabila mengalami kelainan (cacat) sebaiknya diberitahukan terlebih dahulu kepada calon pembeli; memberitahukan status kucing yang sebenarnya misalnya memiliki sertifikat silsilah atau bukan ras murni; Apakah termasuk pet quality ataukah breed/show quality.
    • Proses pemindah-tanganan kucing sebaiknya didasarkan pada perjanjian tertulis yang mencakup vaksinasi kucing lengkap, kucing sehat berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter hewan serta sanksi jika terjadi hal yang tidak sesuai dengan pembicaraan semula.
  • Breeder memiliki tanggung jawab untuk tidak mengambil hak orang lain atau hak kucing itu sendiri, dalam arti :
    • Kucing dipindah-tangankan bersamaan dengan kelengkapan surat-surat aslinya yang menjadi hak pemilik baru, dan bukan foto copy.
    • Tidak menyembunyikan atau menghapus status kucing yang sebenarnya, dengan tidak memberikan sertifikat silsilah bagi kucing breed/show quality yang memang layak memilikinya.
  • Dalam memberi nama catterynya, tidak ada duplikasi dengan nama cattery lain.
  • Anak kucing dipindah-tangankan setelah berumur 3 bulan serta telah mendapatkan vaksinasi lengkap.


   Aktifitas breeding banyak diidentikan dengan peternakan dan jual beli kucing. Ini tidak salah, namun kurang tepat. Terdapat istilah responsible breeder, yaitu breeder yang responsible (bertanggung jawab), ini juga berarti ada yang tidak bertanggung jawab. Yang dimaksud bertanggung jawab adalah bahwa breeder tersebut benar-benar sebagai penyayang binatang (dalam hal ini penyayang kucing).

   Jadi kalau ada breeder yang tujuannya hanya memperbanyak dan menjual kucing tapi tidak memperhatikan kesehatan dan masa depan kucingnya, maka dia tidak layak disebut dengan breeder yang bertanggung jawab. Aktifitas breeding sendiri bisa membahayakan kesejahteraan dan kesehatan kucing kalau tidak dikontrol dengan tepat. Contohnya, sekarang ini mulai banyak orang jualan kucing, sampai kucing-kucing mati sekarat di kandang petshop ini tidak benar. Breeder yang seperti ini banyak mendapat kecaman dari penyayang kucing maupun para teman breeder sendiri, dan yang seperti ini sering diistilahkan Back yard Breeder.

   Kalau mau jadi cattery, bukan hal yang gampang dan butuh komitmen yang luar biasa. Kalau proses administrasi jadi registered catery gampang sekali. Tapi yang lebih penting dari itu adalah mengetahui esensi dari kegiatan breeding itu sendiri.

   Sambil belajar, mencoba mengerti perawatan yang benar, banyak baca dan berdiskusi adalah hal yang sangat membantu. Jangan banyak bergaul dengan Back Yard Breeder.

   Kalau anda penyayang kucing sejati pasti miris melihat kucing yang tidak terurus dengan baik, bahkan mati karena diperjualbelikan dengan tidak tepat hanya demi sekian ratus ribu atau sekian juta rupiah sekalipun. Jadi hati-hati, tidak semua breeder adalah penyayang binatang (penyayang kucing).




Kucing Paling Kecil Di Dunia

"KUCING SINGAPURA"

"Kucing tiriskan" Kucing Singapura berasal dari Singapura,Kucing ini dikenal juga sebagai kucing Tiriskan (berarti tercinta). Kucing ini termasuk langka karena proses pembiakannya termasuk selektif. Kucing kecil ini bukanlah kucing hasil rekayasa genetik, melainkan memang tubuhnya kecil mungil secara alami. Konon kucing ini sebenarnya berasal dari Amerika yang dikirim ke Singapura, dan sekarang diekspor balik ke Amerika.kucing Singapura,
"kepalanya relatif kecil,dengan mata yang besar, juga telinganya, kucing ini memeiliki kakai yang relatif kecil, namun cukup lincah dan aktif, kucing singapura umumnya berwarna gading dan coklat tua, kucing singapura dikenal sebagai kuicng yang sangat ramah, dan merasa nyaman di sekitar manusia, dan bahkan di usia tua mereka bisa terus mengikuti orang-orang di sekitar rumah, mereka ingin tahu, cerdas, dan simpatik



"KUCING TEACUP"

"Kucing Teacup juga dikenal sebagai kucing ras Miniature atau Dwarf merupakan kucing akibat mutasi genetik. Ras kucing ini bertubuh dwarf (pendek/mini), termasuk jenis shorthair (berbulu pendek) dan longhair (berbulu panjang), serta bulunya berbagai macam warna.
Meski terkesan mirip dengan kucing miniature Persia, tetapi pada kenyataannya kucing ini terdaftar di CFA sebagai satu ras tersendiri.

 

"KUCING GANETTA"

Kucing ganetta dikreasikan dan dikembangkan oleh shannon kiley dari Pawstruk Cattery sejak tahun 2006
Kucing ini dikembangkan dengan menyilangkan kucing Blacan, Munchkins, Savannah, dan Bengal. Dan karena program ini masih berjalan, dimungkinkan nantinya akan digunakan juga gen dari kucing Oriental Shorthairs dan Ocicats.
Mungkin saat ini yang sudah lahir adalah kucing Ganetta yang berkaki pendek. Namun di masa depan masih dimungkin akan lahir kucing Ganetta berkaki panjang. Nah, ketika saat itu tiba, maka kucing Ganetta berkaki pendek akan dijadikan kucing standar, dan yang berkaki panjang akan diklasifikasikan sebagai non-standard. Meskipun kakinya pendek, kucing ini tetap bisa melompat dari kursi, meja, ranjang dll.


Cara Merawat Kucing Persia

Cara Merawat Kucing Persia
   Cara merawat kucing persia tidak hanya soal merawat kucing yang benar agar terlihat indah, tapi juga meliputi pemeliharaan yang membuat kucing tetap tumbuh dengan sehat. Berikut ini 10 hal yang dilakukan untuk cara merawat kucing persia :
  1. Kandang - Kucing persia membutuhkan kandang yang selalu dalam keadaan bersih, usahakan untuk membersihkan kandang 2 kali seminggu agar kucing tetap nyaman.
  2. Tempat makan dan minum – Bersihkan secara rutin setiap hari, saat mengganti makanannya.
  3. Pasir – Untuk tempat membuang kotoran, kucing membutuhkan pasir bersih sehingga tempat kucing membuang kotoran harus selalu dicuci. Gunakan cairan untuk membunuh kuman seperti jenis disinfektan lalu dikeringkan di bawah terik matahari. Kemudian wadah di isi lagi dengan pasir bersih.
  4. Mandi – Pastikan untuk memandikan kucing setiap 2 minggu sekali kucing persia di mandikan.
  5. Keramas - Untuk menjaga kesehatan bulu kucing persia, keramas bisa dilakukan paling tidak sebulan sekali dengan shampo khusus untuk bulu kucing.
  6. Sisir  bulu - Bulu kucing persia pada umumnya panjang dan lebat, jadi dibutuhkan waktu dan sikat khusus untuk bulu kucing. Bulu kucing harus di sisir setiap hari agar tidak kusut. Kemudian untuk perawatan bulu kucing persia disikat dua kali sehari dengan menggunakan sisir logam.
  7. Tisu – Bulu kucing persia perlu di seka setiap hari. Untuk itu gunakan dengan tisu untuk tugas ini, pilih tisu bayi yang memiliki testur lembut sehingga aman untuk kucing dan tidak menimbulkan alergi.
  8. Pemilihan makan dan minum - Sediakan makanan dan air minum yang bersih dalam kandang. Usahakan pada makanan dan minuman tersebut bisa mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhannya maupun menjaga kondisi bulunya tetap indah.
  9. Waktu bermain – Pastikan untuk selalu memiliki waktu untuk bermain-main dengan kucing persia anda di sela-sela aktivitas. Jika memang tidak mungkin, sebaiknya sewa orang khusus untuk memeliharanya. Hal tersebut untuk beberapa jenis kucing, tidak menyukai keadaan yang menjemukan dan membosankan.
  10. Vaksinasi - Periksakan kesehatan kucing persia secara rutian sebulan sekali pada dokter hewan. Konsultasikan tentang kebutuhan vaksin yang mungkin harus diberikan untuk kucing persia kesayangan anda.
Cara Merawat Bulu Kucing Persia
   Kucing persia memang sangat ideal sebagai hewan peliharaan kesayangan di rumah. Bulunya yang lembut seakan menyatu dengan wajahnya yang terkesan imut. Maka dari itu, kucing persia membutuhkan perawatan yang maksimal untuk bulunya. Berikut ini tips cara merawat bulu kucing persia yang mudah dilakukan :
  • Lakukan perawatan bulu kucing persia secara berkala dan teratur
  • Gunakan produk perawatan khusus untuk bulu kucing persia
  • Jangan sekali-sekali mencabut bulu kucing persia yang gimbal (kusut) karena bisa membuat kulitnya iritasi dan mengganggu pertumbuhan bulu
  • Jika diperlukan, potong bulu gimbal tersebut dengan gunting rambut
  • Sesekali manjakan kucing anda dengan perawatan kucing pada petshop


Hello Kitty, Bad Badtz-Maru